Ahad, 17 Februari 2013

13 di pulau perhentian - Google Blog Search

13 di pulau perhentian - Google Blog Search


Travel: <b>Pulau Perhentian</b>, Tempat Pelarian Sempurna <b>di</b> Malaysia

Posted: 03 Jan 2013 07:15 PM PST


detikTravel Community - 

Lelah dengan semua pekerjaan dan rutinitas sehari-hari, cobalah berhenti sejenak dan melarikan diri ke Pulau Perhentian di Negeri Terengganu, Malaysia. Di sini Anda bisa bersantai dengan keindahan dan ketenangan alamnya.

Asal usul nama Pulau Perhentian sendiri menurut masyarakat Malaysia karena dulu pulau ini merupakan tempat perhentian para nelayan yang sedang melaut di Laut Cina Selatan. Mereka singgah di pulau ini untuk memperbaiki perahu dan berlindung ketika cuaca di laut tidak menentu.

Saat ini, Pulau Perhentian bukan hanya menjadi tempat perhentian bagi nelayan. Pulau ini juga menjadi tempat perhentian untuk traveler yang ingin menghilangkan rasa penat.

Ya, Pulau Perhentian telah berkembang menjadi tempat wisata yang dikunjungi oleh turis lokal maupun luar Malaysia. Banyak aktifitas yang bisa pelancong lakukan di sini, seperti diving, snorkeling, atau hanya sekadar bersantai sambil berjemur di pantai dan jungle trekking mengelilingi pulau. Biasanya, saat malam tiba ada pesta pantai di pulau ini.

Ada dua pulau di desinasi ini, yaitu Pulau Perhentian Besar dan Perhentian Kecil. Sedangkan di sekitarnya, ada juga pulau Susu Dara dan Lang Tengah.

Penduduk lokal hanya ada di Pulau Perhentian Kecil. Para backpacker biasanya  menginap di pulau ini, tepatnya di sepanjang Pantai Long Beach. Di Long Beach memang banyak terdapat penginapan kelas backpacker dan saat malam hari biasanya mereka mengadakan pesta pantai untuk kalangan backpacker.

Di balik Long Beach juga ada Coral Bay yang suasananya lebih sepi. Untuk menuju ke Coral Bay, kita bisa naik pesawat ke Kuala Lumpur kemudian lanjut naik pesawat lagi ke Kota Bharu, ibukota Negeri Kelantan.

Lama perjalanan dari Kuala Lumpur ke Kota Bharu memakan waktu sekitar 1 jam. Sebenarnya, Pulau Perhentian masuk dalam wilayah Negeri Terengganu, tapi akses untuk ke sana lebih mudah dan lebih cepat lewat Kota Bharu yang termasuk dalam wilayah Negeri Kelantan.

Perjalanan bersama temanku dimulai dengan mengambil jalur Kuala Lumpur menuju Kota Bharu. Setelah 1 jam perjalanan, kita akan tiba di Bandara Ismail Petra, Kota Bharu.

Supir yang menjemput kami sudah siap untuk mengantar ke Kuala Besut Jetty dengan lama perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Untuk selanjutnya, kita naik kapal boat selama 1 jam untuk menyeberang ke Pulau Perhentian Kecil.

Kebetulan waktu itu kami memutuskan untuk ikut paket full board karena bertepatan dengan High Season. Paket sudah termasuk penginapan, makan, trip snorkeling keliling pulau, dan boat transfer. Kami pun menginap 3 hari 2 malam di Coral Bay, Pulau Perhentian Kecil.

Begitu sampai di Dermaga Pulau Perhentian Kecil, kami disuguhi dengan pemandangan yang indah. Laut biru, pasir putih, serta warna-warni ikan yang berenang di dalam laut bisa kita lihat, saking jernih dan bersihnya air laut di pulau ini. Pantainya juga bersih karena setiap beberapa jam sekali ada petugas yang membersihkan sampah-sampah, kemudian dibuang ke darat.

Hari itu, kami menghabiskan waktu dengan makan siang dan beristirahat sejenak. Untuk kemudian, pada sore hari kami berenang di laut yang berada tepat di depan penginapan sambil menunggu sunset. Begitu jernih airnya sehingga ikan-ikan pun tampak berkeliaran di sekitar dan menemani kami berenang.

Sangat menyenangkan dan sunset pun datang. Wow, pemandangannya sangat bagus di kala senja begitu indah dan meneduhkan jiwa.

Keesokan harinya giliran jadwal kami menghabiskan waktu dengan snorkeling trip ke beberapa tempat. Snorkeling dimulai saat siang hingga sore hari, setelah sebelumnya kita sempatkan waktu untuk jalan-jalan sambil melihat-lihat sekeliling pulau.

Warna-warni terumbu karang di tempat-tempat tersebut sangat bagus. Beraneka ragam jenis ikan yang berkeliaran di bawah laut. Sungguh pemandangan laut yang sangat cantik. Dalam perjalanan kembali ke penginapan, kami terlebih dulu mampir ke Romantic Beach untuk istirahat sambil menikmati pemandangan pantai yang bagus. Pantai di sini sungguh mempesona dengan pasirnya yang putih lembut dan airnya yang biru jernih.

Sungguh Pulau Perhentian masih sangat terjaga keasliannya. Meskipun telah banyak resor ataupun chalet yang dibangun, bangunannya hanya berupa rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Ada suatu kejadian saat pagi hari, ketika baru keluar dari kamar kami dikejutkan oleh banyaknya tupai yang berkeliaran di sekitar kamar dan ada seekor biawak besar yang santai nongkrong di samping kamar tanpa terusik dengan kehadiran kami. Suatu malam, di saat berjalan-jalan di pantai, kami dikejutkan oleh turis dan penduduk sekitar yang sibuk menangkapi anak-anak penyu atau tukik yang baru menetas dan sedang berlarian menuju pantai.

Tukik-tukik itu ditangkap untuk ditangkarkan terlebih dahulu. Untuk selebihnya baru akan dilepas ke laut kembali setelah mereka agak besar. Kami pun akhirnya ikut berbaur dengan turis-turis lain untuk membantu menangkap tukik-tukik itu.

Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Dengan segala keindahan dan keaslian Pulau Perhentian, kami seakan benar-benar dibawa oleh waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Tak ingin rasanya untuk pulang, tapi kami harus kembali ke dunia nyata.

Oh ya, sebagai catatan banyak resor dan chalet tutup pada bulan November sampai Maret dikarenakan adanya musim monsoon. Jadi bila ingin berkunjung ke Pulau Perhentian, hindari bulan-bulan tersebut. Pada saat booking pesawat dan memutuskan untuk ke sini sebenarnya kami tidak tahu tentang keadaan seperti itu. Setelah baca-baca di internet, barulah kami tahu. Tapi beruntung kami booking pesawat untuk bulan Mei, sehingga terhindar dari musim monsoon.

Saat pulang pun tiba. Berat rasanya untuk meninggalkan pulau ini, tapi kami tidak bisa berlama-lama di sini karena masih banyak pekerjaan dan rutinitas yang menanti. Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi waktu setempat saat kami naik perahu boat dan memulai perjalanan ke Kota Bharu menuju ke Kuala Lumpur untuk kembali ke Indonesia. Berharap untuk kembali lagi ke Pulau Perhentian suatu saat nanti.


Via: Pulau Perhentian, Tempat Pelarian Sempurna di Malaysia

Tiada ulasan:

Catat Komen

ads